GEPRINDO← Semua berita
Berita Geprindo.org

Karhutla Tanjung Puting 513,89 hektare, Bastian soroti kebutuhan informasi asap

Berita Geprindo.org ·
Karhutla Tanjung Puting 513,89 hektare, Bastian soroti kebutuhan informasi asap

Ketika bau asap mulai masuk ke rumah, keluarga perlu tahu apakah anak aman bermain di luar dan di mana mencari pertolongan bila napas terasa berat. Pertanyaan sehari-hari itu menyertai kabar kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Apa yang diketahui di Tanjung Puting?

Dalam rapat pada 12 Oktober 2026, Kepala BNPB melaporkan kebakaran yang baru ditemukan di kawasan taman nasional itu mencakup sekitar 513,89 hektare, menurut Sekretariat Negara. Lokasinya tersebar di kawasan rawa dan sulit dijangkau kendaraan. Operasi udara disebut terkendala jarak pandang akibat asap tebal. Presiden Prabowo meminta penanganan khusus serta dukungan pompa dan titik bor air. Luasan itu merupakan laporan saat rapat, bukan ukuran akhir seluruh kebakaran.

Kementerian Kehutanan, sebagaimana dilaporkan ANTARA pada hari yang sama, menyatakan pemadaman di Tanjung Puting diintensifkan. Akses yang sulit dan karakter lahan gambut membuat pekerjaan petugas serta relawan berat. Kedua sumber tersebut belum memastikan kapan api sepenuhnya padam atau seberapa jauh asap mencapai setiap permukiman.

Mengapa informasi bagi warga penting?

Kementerian Kesehatan pada 26 Agustus 2026 mengingatkan bahwa anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta memerlukan perlindungan ekstra ketika terdampak kabut asap. Kemenkes menganjurkan pengurangan kegiatan luar ruangan, pembatasan masuknya udara berasap ke rumah, serta pemeriksaan kesehatan bila gejala muncul. Anjuran itu perlu disesuaikan dengan kondisi setempat dan petunjuk tenaga kesehatan; paparan tidak dapat dianggap sama di seluruh Kalimantan Tengah.

Pandangan Bastian tentang informasi asap

Bastian P. Simanjuntak, Presiden GEPRINDO sekaligus kader Partai Gerindra, menilai penanganan karhutla perlu disertai informasi yang bisa dipakai keluarga untuk mengambil keputusan harian. Dalam pandangannya, pemerintah daerah dan satuan tugas sebaiknya menyediakan pembaruan yang mudah ditemukan tentang lokasi api yang masih aktif, kualitas udara menurut wilayah, penyesuaian kegiatan sekolah bila diperlukan, dan kontak puskesmas atau pos layanan. Setiap pembaruan perlu mencantumkan waktu terbit agar warga tidak bergantung pada tangkapan layar lama. Ini merupakan pendapat Bastian mengenai langkah yang diperlukan, bukan laporan bahwa layanan tersebut sudah tersedia.

Menurut Bastian, keselamatan petugas dan warga perlu berjalan bersama upaya melindungi hutan. Perlengkapan yang sesuai bagi tim pemadam penting, sementara warga membutuhkan penjelasan yang jujur ketika kondisi belum pasti. Masyarakat sebaiknya mengikuti arahan petugas, tidak mendekati lokasi api, dan tidak menyebarkan dugaan penyebab kebakaran sebagai fakta sebelum pemeriksaan selesai.

Di lingkungan Anda, informasi kondisi asap paling mudah diperoleh dari mana?

Sumber: Sekretariat Negara, 12 Oktober 2026: https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_perintahkan_penanganan_karhutla_di_tanjung_puting_jadi_perhatian_khusus
ANTARA, 12 Oktober 2026: https://www.antaranews.com/berita/5781825/kemenhut-intensifkan-pemadaman-karhutla-di-tanjung-puting
Kementerian Kesehatan, 26 Agustus 2026: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-perkuat-perlindungan-kelompok-rentan-hadapi-karhutla

Foto: ilustrasi AI Bastian P. Simanjuntak; bukan dokumentasi karhutla, kunjungan, atau operasi pemadaman.

#Karhutla #TanjungPuting #KalimantanTengah #KesehatanWarga #Gerindra