Beranda Tentang Program & Fokus Pusaka Layanan Manifesto Struktur Berita Kontak Masuk Daftar Sekarang
Layanan Warga · Kesehatan

Kesehatan Rakyat

Sebagian besar hak kesehatan Anda sudah dibayar negara. Yang sering hilang bukan haknya — melainkan pengetahuan bahwa hak itu ada.

Halaman ini menjelaskan apa yang menjadi hak Anda, ke mana harus pergi lebih dulu, dan bagaimana membedakan kabar kesehatan yang benar dari yang menyesatkan.

Jaminan Kesehatan Nasional

Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan pada dasarnya bersifat gotong royong: iuran yang sehat menanggung yang sakit. Karena itu kepesertaannya diwajibkan bagi seluruh penduduk.

Yang paling sering tidak diketahui: bagi warga tidak mampu, iuran itu ditanggung negara melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), dibiayai APBN. Anda tidak perlu membayar sepeser pun — tetapi harus terdaftar lebih dulu. Banyak keluarga yang sebenarnya berhak justru tidak terdaftar karena tidak ada yang memberi tahu.

Periksa status AndaCek melalui aplikasi Mobile JKN atau datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa KTP.
Bila belum terdaftar, tanyakan PBISampaikan kondisi ekonomi keluarga. Pendataan PBI umumnya melalui dinas sosial dan pemerintah desa/kelurahan.
Pastikan faskes tingkat pertama benarPilih puskesmas atau klinik yang paling dekat rumah — ke sanalah Anda berobat lebih dulu.
Perbarui data keluargaKelahiran, kematian, dan pindah alamat wajib dilaporkan agar kepesertaan tidak bermasalah saat dibutuhkan.

Berobat Berjenjang

Banyak orang langsung ke rumah sakit besar lalu ditolak atau harus membayar sendiri. Sebabnya sederhana: layanan JKN berjenjang. Kecuali gawat darurat, alurnya harus dari bawah.

Pertama
Posyandu & PuskesmasPemeriksaan ibu hamil, imunisasi anak, penimbangan balita, pengobatan umum, dan pemeriksaan tekanan darah maupun gula. Sebagian besar keluhan selesai di sini.
Rujukan
Rumah sakit daerahBila puskesmas menilai perlu penanganan lanjutan, Anda diberi surat rujukan. Tanpa surat itu, biaya bisa jadi tanggungan sendiri.
Darurat
IGD mana pun, tanpa rujukanDalam keadaan gawat darurat — kecelakaan, serangan jantung, pendarahan hebat — langsung ke IGD terdekat. Aturan rujukan tidak berlaku.

Penyakit yang Kini Paling Banyak Menyerang

Ancaman kesehatan terbesar rakyat Indonesia hari ini bukan lagi wabah menular, melainkan penyakit tidak menular: hipertensi, diabetes, jantung, dan stroke. Penyakit-penyakit ini berkembang diam-diam selama bertahun-tahun dan sering baru diketahui setelah terlambat.

Yang membuatnya berat bukan hanya soal kesehatan. Ia menyerang usia produktif — pencari nafkah — sehingga satu orang sakit bisa menjatuhkan ekonomi seluruh keluarga.

Melawan Hoaks Kesehatan

Kabar kesehatan palsu menyebar cepat di grup keluarga karena ia menjanjikan hal yang kita inginkan: sembuh cepat, murah, tanpa dokter. Sebagian tidak berbahaya, sebagian membuat orang menunda pengobatan sampai penyakitnya tidak lagi tertolong.

Tanda kabar kesehatan yang patut dicurigai

• Menjanjikan sembuh total untuk penyakit berat, apalagi dengan satu bahan tunggal.
• Menyebut “dokter tidak mau Anda tahu” atau menuduh ada persekongkolan.
• Meminta Anda menghentikan obat dari dokter.
• Berujung pada jualan produk tertentu.
• Tidak menyebut sumber, atau sumbernya tidak bisa ditelusuri.

Bila ragu, tanyakan ke petugas puskesmas. Bertanya itu gratis — dan jauh lebih murah daripada akibat salah percaya.

Sikap GEPRINDO

Rakyat yang sehat adalah syarat bangsa yang mandiri. Kami mendorong agar tidak ada keluarga tidak mampu yang luput dari PBI, dan agar puskesmas di desa benar-benar berfungsi — bukan sekadar berdiri.

Bila Anda atau tetangga Anda ditolak layanan yang seharusnya menjadi hak, itu termasuk maladministrasi dan bisa diadukan. Caranya ada di halaman Hak & Hukum Warga.

Sumber & layanan resmi

Rujuk selalu ke sumber resmi sebelum memercayai kabar kesehatan yang beredar.